Tiga Perkara Penting

Tiga perkara yang selayaknya dilakukan oleh setiap Muslim sebelum tibanya tiga perkara lainnya. Dalam hal ini dinyatakan, ”Berbahagialah orang yang meninggalkan dunia sebelum dunia meninggalkan dirinya, yang membangun kuburannya sebelum memasukinya dan yang ridha kepada Tuhannya sebelum berjumpa dengan-Nya.”(Yahya bin Muadz ar-Razi dalam An-Nawawi, Nasha’ih al-’Ibad, hlm. 12).

Maksud pernyataan di atas, menurut Imam an-Nawawi:

Pertama, hendaknya manusia menghabiskan harta dalam berbagai amal kebajikan sebelum Allah mencabut harta itu dari dirinya.

Kedua, hendaknya manusia memperbanyak amal shalih saat di dunia sehingga ia bisa merasakan kedamaian di alam kuburnya saat kematiannya.

Ketiga, hendaknya manusia menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya sebelum ia menghadap kepada-Nya untuk mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya.

Sayang, saat ini banyak Muslim yang hidupnya berkecukupan, namun menghabiskan hartanya dalam perkara yang sia-sia, bahkan dalam perkara dosa. Tak sedikit orang dengan mudah membeli segelas kopi seharga puluhan ribu di hotel mewah, tetapi begitu susah mengeluarkan beberapa rupiah saja untuk bersedekah. Banyak orang dengan ringan merogoh sakunya ratusan bahkan jutaan rupiah untuk menyewa kamar di hotel berbintang beberapa malam saja, namun berat menyumbang untuk dakwah atau membangun masjid meski dengan jumlah yang sedikit.